Strategi Recovery Setelah Core Update

Home » artikel » Strategi Recovery Setelah Core Update

Setiap kali Google merilis core update, banyak website mengalami fluktuasi ranking yang signifikan. Ada yang kehilangan 30–60% trafik organik dalam hitungan minggu. Bagi praktisi SEO, kondisi ini tentu menantang karena menyangkut performa bisnis klien dan reputasi digital.

Core update tidak fokus pada satu elemen saja, melainkan menilai konten secara keseluruhan berdasarkan relevansi dan kualitas menurut standar Google. Itulah sebabnya, strategi pemulihan atau recovery sangat diperlukan agar website bisa kembali stabil.

Jika tidak memiliki strategi yang tepat, ranking bisa semakin terpuruk. Namun dengan pendekatan yang sistematis, recovery bukan hanya mungkin, tetapi juga bisa membuat website lebih kuat. Dalam konteks inilah harga jasa SEO untuk pemulihan setelah core update sering kali menjadi solusi terbaik, terutama untuk bisnis yang tidak memiliki tim internal khusus.


Studi Kasus: Website Media Online Kena Core Update

Salah satu klien kami, portal berita lokal, mengalami penurunan hampir 45% trafik organik setelah Google merilis core update pada akhir 2023. Penurunan ini terjadi karena artikel lama mereka kalah bersaing dengan media nasional yang lebih otoritatif. Selain itu, banyak konten tipis (thin content) yang tidak menjawab search intent pengguna, sementara profil backlink mereka juga tercemar tautan dari situs berkualitas rendah sehingga menurunkan tingkat trust di mata Google.

Untuk melakukan recovery, kami memulai dengan menghapus dan menggabungkan artikel tipis agar menjadi lebih komprehensif. Setiap artikel penting kemudian diperkuat dengan data baru, referensi terpercaya, serta opini dari pakar industri. Langkah berikutnya adalah membersihkan backlink toxic menggunakan Google Disavow Tool agar profil link kembali sehat. Kami juga membangun konten pilar baru yang lebih otoritatif dan mendukung topik inti, sekaligus melakukan optimasi teknis seperti meningkatkan kecepatan halaman dan memastikan standar Core Web Vitals terpenuhi.

Hasil dari strategi ini terlihat setelah empat bulan. Trafik website tidak hanya pulih, tetapi juga meningkat 15% dibandingkan periode sebelum update. Artikel utama bahkan berhasil meraih posisi featured snippet untuk kata kunci populer. Studi kasus ini menunjukkan bahwa recovery core update bukan hanya memungkinkan, tetapi juga bisa menguatkan website jika dilakukan dengan langkah terukur dan konsisten.


Apa Itu Recovery Core Update?

Recovery core update merupakan rangkaian tindakan optimasi yang diterapkan setelah sebuah website terdampak pembaruan algoritma besar dari Google. Berbeda dengan optimasi SEO standar, proses ini lebih menekankan pada peningkatan kualitas konten, perbaikan struktur situs, dan penguatan sinyal otoritas.

Untuk memahami dasar-dasarnya, sebaiknya baca dulu tentang apa itu Google core update dan juga dampak core update pada ranking website. Dua artikel ini akan memberikan gambaran awal mengapa recovery sangat dibutuhkan.


Strategi Recovery yang Efektif

  1. Audit Konten Secara Menyeluruh
    Cari artikel dengan performa buruk. Gabungkan konten serupa, tambahkan data terbaru, dan hilangkan paragraf berulang. Konten harus benar-benar menjawab intent pengguna.
  2. Optimalkan Internal Linking
    Internal linking membantu distribusi otoritas antar halaman. Ini memperkuat topik utama agar tetap relevan. Penjelasan detailnya bisa dilihat dalam pembahasan update algoritma Google dan dampaknya pada SEO.
  3. Perkuat E-E-A-T
    • Tambahkan kredensial penulis.
    • Sertakan sumber akademis atau industri.
    • Perbarui profil perusahaan atau organisasi di halaman “About Us”.
  4. Cek Backlink dan Disavow Link Toxic
    Core update semakin peka terhadap backlink berkualitas rendah. Audit profil link menggunakan Ahrefs atau SEMrush, lalu lakukan disavow untuk domain spam.
  5. Optimasi Teknis Website
    Kecepatan, struktur URL, dan mobile friendly berpengaruh besar. Manfaatkan Google Search Console untuk mengidentifikasi kesalahan dalam proses crawling dan indexing.
  6. Konsistensi Update Konten
    Recovery tidak cukup sekali jalan. Update berkala sangat penting untuk menjaga relevansi.

Peran Backlink dalam Recovery

Walau konten adalah faktor utama, backlink tetap menjadi sinyal otoritas penting. Namun, backlink berkualitas rendah bisa memperparah dampak core update. Maka, strategi backlink harus diarahkan pada:

  • Guest post di media relevan.
  • Backlink editorial dari sumber otoritatif.
  • Natural link building melalui konten evergreen.

Dengan kombinasi konten berkualitas dan backlink sehat, recovery menjadi lebih cepat.


Transparansi: Recovery Bukan Jalan Instan

Google sendiri menegaskan bahwa pemulihan dari core update memerlukan waktu. Ranking bisa fluktuatif selama beberapa bulan. Oleh karena itu, praktisi SEO harus menjelaskan kepada klien bahwa recovery adalah investasi jangka panjang, bukan solusi instan.

Bagi bisnis yang ingin serius, bekerja sama dengan profesional bisa jadi pilihan. Misalnya harga jasa SEO Jakarta strategi recovery website atau layanan lokal seperti harga jasa SEO Jakarta Utara untuk recovery core update.


Rekomendasi dari Pakar dan Studi Industri

  • Google Search Central: satu-satunya cara recovery adalah dengan meningkatkan kualitas konten.
  • Brian Dean dari Backlinko menyatakan bahwa konten yang komprehensif cenderung lebih tahan terhadap perubahan algoritma.
  • SEMrush 2024 Report: 65% situs yang pulih setelah core update melakukan penghapusan thin content dan perbaikan internal link.

Kesimpulan

Strategi recovery setelah core update adalah upaya sistematis untuk memulihkan ranking website yang terdampak. Proses ini melibatkan audit konten, perbaikan internal linking, peningkatan E-E-A-T, penghapusan backlink toxic, dan optimasi teknis.

Recovery memang memerlukan waktu dan konsistensi, tetapi hasilnya bisa membawa website lebih kuat dari sebelumnya. Dengan pendekatan yang tepat, core update tidak lagi menjadi ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas dan otoritas digital.

Scroll to Top