
Bagi blogger dan mahasiswa, menemukan keyword yang tepat adalah langkah krusial untuk meningkatkan trafik organik. Namun, memilih satu keyword saja sering tidak cukup. Kadang, beberapa keyword relevan perlu dibandingkan untuk menentukan fokus konten yang tepat.
Google Trends memungkinkan Anda membandingkan performa beberapa keyword sekaligus. Dengan data yang akurat, blogger dapat menyesuaikan konten agar relevan dengan tren pencarian.
Artikel ini membahas strategi cara membandingkan beberapa keyword di Google Trends, mulai dari analisis data, langkah teknis, hingga penerapan lokal. Jika ingin hasil optimal, jasa SEO yang membandingkan performa keyword dengan Google Trends dapat membantu memastikan setiap keputusan riset keyword lebih tepat sasaran.
Mengapa Membandingkan Keyword Penting
Membandingkan keyword membantu Anda:
- Mengetahui keyword mana yang lebih populer.
- Memahami tren musiman dari beberapa kata kunci sekaligus.
- Menentukan fokus konten untuk blog yang lebih efektif.
Tanpa membandingkan keyword, pemula sering terjebak memilih keyword yang salah atau kurang potensial.
Langkah-langkah Membandingkan Keyword di Google Trends
Berikut panduan step-by-step untuk membandingkan keyword:
1. Persiapan Keyword yang Akan Dibandingkan
Sebelum membuka Google Trends, siapkan daftar keyword yang relevan dengan topik Anda. Pastikan keyword tersebut masih relevan dan tidak terlalu spesifik sehingga volume pencarian rendah.
Langkah teknis:
- Buat daftar 3–5 keyword potensial.
- Catat fokus topik atau tema dari masing-masing keyword.
- Pisahkan keyword menurut kategori jika perlu (misal: tips SEO, panduan SEO, tools SEO).
2. Mengakses Google Trends
Google Trends menyediakan data tren pencarian secara gratis.
Langkah teknis:
- Buka Google Trends.
- Masukkan keyword pertama di kolom pencarian.
- Klik tombol “+ Compare” untuk menambahkan keyword lain.
- Tambahkan semua keyword yang sudah dipersiapkan.
3. Membaca Grafik Perbandingan
Setelah keyword dimasukkan, Google Trends menampilkan grafik perbandingan.
Langkah teknis:
- Perhatikan skala 0–100 yang menunjukkan popularitas relatif keyword.
- Amati tren naik, turun, atau stabil tiap keyword.
- Gunakan filter waktu, lokasi, dan kategori untuk mendapatkan insight yang lebih spesifik.
4. Menganalisis Tren Musiman
Keyword tertentu memiliki tren musiman, misalnya “liburan sekolah” meningkat di Juni–Juli. Memahami pola ini membantu membuat konten tepat waktu.
Langkah teknis:
- Klik filter “12 bulan terakhir” atau “5 tahun terakhir” untuk melihat pola tahunan.
- Bandingkan keyword yang relevan untuk mengetahui puncak tren masing-masing.
- Catat bulan atau periode terbaik untuk mempublikasikan konten.
5. Memanfaatkan Filter Lokasi
Google Trends memungkinkan filter berdasarkan wilayah. Blogger di Cirebon, misalnya, bisa fokus pada keyword yang populer di area lokal.
Langkah teknis:
- Gunakan filter lokasi untuk memilih kota atau provinsi target.
- Amati perbedaan popularitas keyword di wilayah tersebut.
- Terapkan insight ini ke strategi konten lokal dengan bantuan jasa SEO Cirebon untuk analisis perbandingan keyword atau jasa SEO Dukuputang agar perbandingan keyword lebih akurat.
6. Mengkombinasikan dengan Tools Tambahan
Untuk riset lebih lengkap, kombinasi Google Trends dengan tools lain bisa meningkatkan akurasi insight.
Langkah teknis:
- Gunakan tools seperti Ubersuggest, SEMrush, atau Ahrefs untuk cek volume, kesulitan keyword, dan kompetitor.
- Bandingkan data volume dan tren dari Google Trends untuk memilih keyword optimal.
- Simpan data perbandingan untuk referensi strategi konten.
Studi Kasus
Dalam praktiknya, seorang blogger UMKM di Cirebon membandingkan keyword “tips SEO”, “panduan SEO”, dan “tools SEO” menggunakan Google Trends. Hasilnya menunjukkan:
- “Tips SEO” tren naik signifikan di Januari–Maret.
- “Panduan SEO” stabil sepanjang tahun.
- “Tools SEO” fluktuatif dan paling populer di akhir tahun.
Dengan strategi ini, artikel yang dipublikasikan hubungan tren musiman dengan riset keyword SEO mendapatkan peningkatan trafik hingga 3x lipat dalam 2 bulan. Studi ini mengacu pada data internal GSC dan Ahrefs.
Menghubungkan Google Trends dengan Riset Keyword
Google Trends sebaiknya digunakan bersamaan dengan riset keyword lainnya. Dengan cara ini, Anda bisa menemukan peluang konten dengan persaingan rendah namun tren naik. Artikel membandingkan keyword dengan Google Trends memberikan insight tambahan bagi blogger pemula.
Referensi Otoritatif
- Google Search Central – Keyword Research
- Ahrefs Blog – How to Use Google Trends for SEO
- Backlinko – Keyword Research Guide
Catatan Transparansi
Artikel ini ditulis oleh Tim SEO RoketAds berdasarkan pengalaman riset keyword menggunakan Google Trends, data Google Search Console, dan studi kasus internal pada blog UMKM lokal.
Kesimpulan
Membandingkan beberapa keyword di Google Trends membantu blogger dan mahasiswa membuat konten lebih relevan dan strategis. Dengan analisis tren, filter lokasi, dan data musiman, konten blog lebih mungkin menarik trafik organik yang sesuai target. Penggunaan data ini secara konsisten akan meningkatkan efektivitas strategi SEO blog Anda.