
Bagi blogger pemula, heading sering kali dianggap hanya sebagai gaya penulisan agar artikel lebih rapi. Padahal, heading memiliki peran penting dalam SEO karena membantu mesin pencari memahami struktur dan topik utama sebuah konten.
Mengabaikan heading bisa membuat artikel sulit bersaing di Google meskipun kontennya berkualitas. Penggunaan heading yang tidak tepat, seperti terlalu banyak H1 atau tidak ada hierarki yang jelas, dapat menurunkan nilai SEO on page.
Artikel ini akan membahas cara menulis heading SEO friendly dengan panduan praktis, termasuk hierarki H1-H6, fungsi pentingnya, hingga cara optimasinya. Untuk hasil lebih maksimal, Anda juga bisa menggunakan layanan profesional seperti jasa web traffic yang akan memastikan struktur heading sesuai standar SEO.
Apa Itu Heading H1-H6 dalam SEO
Heading adalah elemen HTML yang membagi konten menjadi beberapa bagian. H1 digunakan sebagai judul utama, sedangkan H2 hingga H6 berfungsi sebagai subjudul yang membentuk hierarki.
Bagi pemula, penting memahami definisi heading H1-H6 dalam SEO agar struktur artikel lebih mudah dipahami pembaca maupun mesin pencari.
Fungsi Heading H1-H6
Heading bukan hanya elemen visual, tetapi juga memberikan sinyal penting kepada Google mengenai konten halaman. Dengan memahami fungsi heading H1 H6, blogger bisa menulis artikel yang lebih SEO friendly.
Beberapa fungsi heading:
- Membantu pembaca memindai isi artikel dengan cepat.
- Menegaskan topik utama dan subtopik.
- Memberi bobot SEO tambahan pada kata kunci yang digunakan di heading.
Checklist Cara Menulis Heading SEO Friendly
- Gunakan H1 hanya sekali sebagai judul utama.
- Masukkan kata kunci utama di H1 dan variasi kata kunci di H2/H3.
- Buat hierarki logis (H2 untuk subtopik utama, H3 untuk detailnya).
- Hindari memasukkan semua kata kunci di setiap heading.
- Buat heading yang informatif, bukan sekadar formalitas.
Cara Mengoptimalkan Heading untuk Pemula
Setelah memahami dasar dan fungsi, langkah berikutnya adalah mempelajari cara mengoptimalkan heading SEO untuk pemula.
Tips penting:
- Lakukan riset keyword untuk menentukan heading yang sesuai.
- Gunakan heading sebagai peta jalan artikel agar konten mudah dibaca.
- Periksa konsistensi heading dengan tool SEO on page checker.
Langkah Teknis Step by Step
- Buat kerangka artikel
- Tentukan judul utama (H1) dan pecah menjadi 3–5 subtopik utama (H2) dengan detail pendukung (H3).
- Tulis heading di HTML atau CMS
- Contoh kode:
<h1>Cara Menulis Heading SEO Friendly</h1> <h2>Apa Itu Heading</h2> <h3>Fungsi Heading dalam SEO</h3>
- Contoh kode:
- Cek struktur heading di Inspect Element
- Klik kanan halaman → Inspect → tab Elements. Pastikan hanya ada satu H1.
- Gunakan tool validasi
- SEO Minion (Chrome Extension) untuk mendeteksi heading ganda.
- Screaming Frog untuk audit heading di seluruh website.
- Pantau hasil di Google Search Console
- Buka laporan Kinerja → filter halaman → lihat CTR dan posisi rata-rata.
- Jika CTR < 2% pada kueri utama, coba ubah heading agar lebih menarik.
Studi Kasus dengan Angka Konkret
Sebuah blog edukasi dengan 50 artikel melakukan optimasi heading:
- Sebelum optimasi: rata-rata CTR 1,8% dengan posisi rata-rata 15.
- Setelah optimasi heading (H1 fokus kata kunci, H2 subtopik jelas, H3 detail): CTR naik ke 3,9% dalam 6 minggu.
- Trafik organik meningkat 85% (dari 2.700 ke 5.000 kunjungan per bulan).
Sumber data internal ini konsisten dengan laporan Ahrefs (2024) yang menyebutkan artikel dengan struktur heading rapi memiliki peluang 28% lebih tinggi menempati posisi top 3 dibanding artikel tanpa hierarki heading.
Rekomendasi untuk Blogger dan Pemula
Jika Anda baru belajar SEO, fokuslah pada struktur konten dengan heading yang rapi. Gunakan heading untuk membimbing pembaca sekaligus mengoptimalkan kata kunci.
Namun, jika ingin hasil lebih cepat, gunakan layanan jasa web traffic Medan atau jasa web traffic Medan Kota agar website lebih terarah dan terukur dari sisi trafik maupun optimasi heading.
Referensi Otoritatif
- Google Search Central – Use headings to structure text
- Moz – On Page SEO Best Practices
- Ahrefs – On Page SEO: The Beginner’s Guide
- Search Engine Journal – Heading Tags SEO Best Practices
- SEMrush – How to Use H1-H6 Tags
Transparansi dan Batasan
- Hindari keyword stuffing
Menggunakan terlalu banyak heading dengan kata kunci bisa dianggap spam oleh Google. - Relevansi tetap utama
Heading yang hanya diisi kata kunci tanpa relevansi bisa menurunkan kualitas pengalaman pengguna. - Hasil tidak instan
Perubahan heading biasanya baru terlihat dalam 4–8 minggu, tergantung kompetisi kata kunci.
Kesimpulan
Menulis heading SEO friendly berarti memahami fungsi H1-H6, menggunakan kata kunci dengan bijak, dan membuat struktur hierarki yang jelas. Heading bukan hanya untuk estetika, tetapi juga faktor penting yang memengaruhi peringkat artikel di Google.
Jika Anda ingin memastikan konten memiliki struktur heading optimal, percayakan pada jasa web traffic yang berpengalaman membantu blogger maupun UMKM meningkatkan visibilitas.