Contoh Gambar SEO Friendly untuk Artikel

Home » artikel » Contoh Gambar SEO Friendly untuk Artikel

Banyak blogger dan mahasiswa fokus pada penulisan konten, tetapi sering melupakan pentingnya optimasi gambar. Padahal, gambar yang tepat dapat meningkatkan pengalaman pengguna, mempercepat loading halaman, dan membantu artikel muncul di Google Images.

Sayangnya, masih banyak yang menggunakan gambar dengan ukuran terlalu besar, nama file asal, atau format yang tidak sesuai. Hal ini membuat artikel lebih lambat diakses dan menurunkan skor SEO on page.

Artikel ini akan membahas contoh gambar SEO friendly untuk artikel, lengkap dengan studi kasus, langkah teknis, dan referensi otoritatif. Untuk hasil lebih konsisten, Anda juga dapat menggunakan layanan jasa SEO yang menyediakan contoh gambar SEO friendly agar website tampil lebih profesional.


Apa Itu Gambar SEO Friendly?

Gambar SEO friendly adalah gambar yang dioptimalkan agar tidak hanya mendukung tampilan visual, tetapi juga membantu mesin pencari memahami konteks artikel. Beberapa cirinya:

  • Ukuran file kecil agar tidak memperlambat loading.
  • Nama file deskriptif sesuai topik artikel.
  • Format gambar yang tepat (JPEG, PNG, atau WebP).
  • Alt text yang relevan dengan kata kunci.

Tanpa optimasi, meski konten berkualitas, artikel bisa kalah bersaing. Misalnya, pentingnya kompresi gambar SEO menjadi salah satu faktor utama agar performa website tetap cepat.


Checklist Contoh Gambar SEO Friendly

  1. Nama file deskriptif
    Gunakan nama file seperti contoh-gambar-seo-friendly.jpg, bukan IMG1234.jpg.
  2. Format sesuai kebutuhan
    Ikuti referensi gambar artikel yang SEO friendly:
    • JPEG untuk foto.
    • PNG untuk gambar dengan transparansi.
    • WebP untuk ukuran lebih kecil tanpa banyak mengurangi kualitas.
  3. Alt text relevan
    Sertakan kata kunci secara natural, misalnya “contoh gambar SEO friendly pada artikel blog pemula”.
  4. Ukuran file ringan
    Kompres gambar hingga <200KB untuk artikel biasa, atau <100KB untuk thumbnail.
  5. Konteks mendukung isi
    Jangan gunakan gambar hanya sebagai pemanis, pastikan relevan dengan isi artikel.

Langkah Teknis Optimasi Gambar

  1. Pilih gambar sesuai topik.
  2. Ubah nama file sebelum upload.
  3. Kompres gambar menggunakan TinyPNG atau Squoosh.
  4. Simpan dalam format yang tepat (misalnya WebP).
  5. Tambahkan alt text di CMS (WordPress, Blogger).
  6. Gunakan lazy loading untuk mempercepat rendering halaman.

Bagi pemula, optimasi gambar sederhana untuk SEO pemula sudah cukup untuk meningkatkan performa artikel di Google.


Studi Kasus dengan Angka Konkret

Sebuah blog mahasiswa melakukan optimasi 20 artikel dengan mengganti gambar lama:

  • Sebelum optimasi: ukuran rata-rata gambar 500KB, kecepatan halaman 62 (PageSpeed Insights).
  • Setelah kompresi: ukuran rata-rata 120KB, kecepatan halaman naik menjadi 88.
  • Dampak: CTR dari Google Images naik 2,1% → 5,4% dalam 30 hari.
  • Trafik organik bertambah 42% (dari 3.500 ke 5.000 pengunjung bulanan).

Hasil ini membuktikan bahwa gambar SEO friendly dapat memberikan dampak nyata, bukan sekadar teori.


Contoh Implementasi Gambar SEO Friendly

Anda bisa mencontoh contoh penerapan heading H1-H6 dalam artikel lalu menambahkan ilustrasi. Misalnya:

  • Artikel tutorial coding → sertakan screenshot berformat WebP.
  • Artikel travel blog → gunakan foto JPEG dengan alt text “pantai Bali saat matahari terbenam”.
  • Artikel edukasi → gunakan infografis PNG dengan teks jelas.

Rekomendasi untuk Blogger dan Mahasiswa

Jika Anda menulis artikel panjang, pastikan setiap gambar sudah dioptimasi agar tidak menurunkan kecepatan halaman. Untuk UMKM di Medan, Anda bisa menggunakan jasa SEO Medan untuk referensi gambar artikel atau jasa SEO Medan Tuntungan agar gambar artikel lebih SEO friendly.


Referensi Otoritatif

  • Google Search Central – Image Best Practices
  • Web.dev – Serve Images in Next-Gen Formats
  • Ahrefs – Image SEO: The Ultimate Guide
  • Search Engine Journal – Image SEO Best Practices

Transparansi dan Batasan

  1. Kompresi berlebihan bisa membuat gambar blur atau pecah.
  2. Tidak semua browser mendukung format AVIF, jadi gunakan fallback (JPEG/PNG).
  3. Alt text terlalu panjang bisa dianggap spam.
  4. Lazy loading kadang menyebabkan masalah render jika implementasinya salah.

Kesimpulan

Contoh gambar SEO friendly meliputi gambar dengan nama file deskriptif, ukuran ringan, format tepat, dan alt text relevan. Optimasi sederhana ini bisa meningkatkan kecepatan halaman, CTR, serta trafik organik.

Untuk strategi jangka panjang, percayakan pada jasa SEO yang menyediakan contoh gambar SEO friendly agar website selalu siap bersaing di SERP.

Scroll to Top