Kesalahan Umum Saat Membuat Akun Google Ads Pertama Kali

Home » artikel » Kesalahan Umum Saat Membuat Akun Google Ads Pertama Kali

Membuat akun Google Ads pertama kali sering kali terasa membingungkan, terutama bagi pemula yang baru terjun ke dunia digital marketing. Banyak marketer langsung terburu-buru menyiapkan kampanye tanpa memahami struktur dasar akun, akibatnya hasil iklan tidak optimal dan biaya cepat habis.

Sebagian pengguna bahkan mengalami kendala teknis seperti iklan tidak tayang, saldo tidak terdeteksi, atau akun terkena pembatasan karena kesalahan pengaturan awal. Padahal, Google sudah menyediakan panduan resmi dan fitur keamanan yang harus diikuti agar akun dapat berjalan normal sejak hari pertama.

Untuk menghindari kesalahan fatal di tahap awal, banyak pelaku usaha kini memilih bekerja sama dengan jasa pasang iklan di Google yang membantu hindari kesalahan setup agar proses pembuatan akun lebih efisien, terverifikasi, dan sesuai kebijakan platform.


Memasukkan Data Bisnis yang Tidak Konsisten

Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan pemula adalah ketidaksesuaian data antara akun Google, domain, dan profil bisnis. Data seperti nama perusahaan, alamat, dan metode pembayaran harus identik di semua platform agar sistem verifikasi berjalan lancar.

Poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan alamat email bisnis, bukan pribadi.
  • Samakan nama bisnis dengan domain website.
  • Lengkapi metode pembayaran dan informasi pajak sesuai identitas.

Langkah ini juga akan membantu performa iklan lebih cepat disetujui dan menghindari suspensi akibat deteksi aktivitas mencurigakan. Panduan lebih detail dapat ditemukan di cara membuat akun Google Ads dan menyiapkan campaign yang membahas setup akun secara bertahap hingga siap menayangkan iklan.


Tidak Menentukan Tujuan Campaign Sejak Awal

Banyak pengguna baru langsung membuat kampanye tanpa menetapkan objektif yang jelas. Akibatnya, iklan berjalan tanpa arah dan metrik performa sulit diukur. Google Ads memiliki enam tujuan utama yang harus dipilih di awal, seperti penjualan, prospek, atau trafik situs.

Beberapa kesalahan umum di tahap ini meliputi:

  • Menggunakan jenis kampanye yang tidak sesuai target audiens.
  • Mengaktifkan semua jaringan (search, display, video) sekaligus tanpa strategi.
  • Tidak menentukan konversi utama (telepon, pembelian, formulir, dsb.).

Untuk memahami cara menentukan sasaran dengan benar, Anda bisa mempelajari tujuan campaign Google Ads agar setiap budget yang digunakan memberikan hasil terukur dan efisien.


Mengabaikan Struktur Campaign dan Grup Iklan

Pemula sering menumpuk semua kata kunci dalam satu grup iklan tanpa pemisahan berdasarkan tema. Padahal, Google merekomendasikan struktur hierarkis agar sistem dapat menayangkan iklan paling relevan untuk setiap pencarian.

Contoh struktur yang baik:

  • Campaign: Produk Digital
  • Ad Group 1: Software Bisnis
  • Ad Group 2: Layanan Pemasaran
  • Ad Group 3: Tools Otomatisasi

Kesalahan struktur juga membuat laporan sulit dibaca dan mempersulit optimasi jangka panjang. Karena itu, pemahaman tentang optimasi campaign Google Ads menjadi hal penting agar akun tidak hanya aktif, tetapi juga produktif sejak awal setup.


Tidak Melakukan Verifikasi Pembayaran dan Keamanan Akun

Verifikasi metode pembayaran merupakan tahap krusial yang sering dilewatkan. Google akan menolak penayangan iklan jika sistem mendeteksi data kartu atau rekening tidak sah. Selain itu, aktivasi dua langkah dan izin pengguna juga wajib dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan akun.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan kartu atas nama pemilik bisnis.
  • Pastikan alamat penagihan sama dengan akun Google.
  • Aktifkan 2-Step Verification untuk keamanan tambahan.

Dalam beberapa kasus, pengguna di Jakarta sering mengalami kendala validasi kartu karena perbedaan bank penerbit. Itulah sebabnya banyak yang memilih jasa pasang iklan di Google Jakarta agar pembuatan akun lebih lancar untuk bantuan teknis saat verifikasi pembayaran dan aktivasi akun.


Studi Kasus: Kesalahan Setup yang Menyebabkan Akun Dibatasi

Salah satu klien di Jakarta Timur mengalami pembatasan iklan karena memasukkan kata kunci promosi finansial tanpa menandai kategori bisnis yang benar. Akibatnya, iklan ditolak dan akun tertunda selama tiga hari. Setelah melakukan konsultasi dengan jasa pasang iklan di Google Jakarta Timur untuk mencegah error setup, kesalahan diidentifikasi sebagai “policy mismatch” akibat pengaturan targeting dan deskripsi iklan yang tidak sesuai kebijakan.

Setelah diperbaiki, akun disetujui dalam waktu 24 jam dan performa iklan meningkat hingga 47% pada minggu pertama. Contoh ini menunjukkan pentingnya pemahaman struktur kebijakan serta konfigurasi awal akun yang benar.


Transparansi Biaya dan Batas Layanan Google Ads

Google Ads menggunakan sistem lelang otomatis berbasis CPC (cost per click). Artinya, Anda hanya membayar saat iklan diklik. Namun, banyak pemula tidak memahami batas minimum budget dan pengaturan limit harian.

Beberapa hal penting:

Transparansi biaya membantu advertiser mengetahui posisi anggaran dan batas efektivitas campaign sejak awal, sehingga tidak ada pemborosan di tahap setup atau optimasi awal.


Kesimpulan

Kesalahan kecil saat membuat akun Google Ads bisa berdampak besar pada performa dan biaya iklan. Dengan memahami cara kerja sistem, memilih tujuan kampanye yang tepat, serta memastikan data bisnis valid, Anda dapat menghindari penolakan atau suspensi di kemudian hari. Gunakan layanan pendampingan profesional bila perlu, terutama saat Anda baru memulai, agar setup akun berjalan aman, efisien, dan sesuai kebijakan Google.

Scroll to Top