Kesalahan Umum Saat Membuat Teks Iklan di Google Ads

Home » artikel » Kesalahan Umum Saat Membuat Teks Iklan di Google Ads

Banyak pelaku usaha kecil dan pemula di bidang digital marketing yang tergoda untuk langsung membuat iklan tanpa memahami dasar penyusunan teks yang efektif. Akibatnya, kampanye berbayar mereka justru tidak menghasilkan konversi yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Padahal, keberhasilan iklan di Google Ads tidak hanya bergantung pada anggaran, melainkan juga pada strategi penyusunan teks yang menarik dan relevan dengan pencarian pengguna.

Kesalahan dalam teks iklan sering kali berawal dari ketidaksesuaian antara pesan promosi dengan niat pencarian audiens. Misalnya, iklan yang menjanjikan diskon besar tetapi mengarahkan pengguna ke halaman tanpa informasi harga, atau teks yang terlalu umum sehingga tidak membedakan produk dari kompetitor. Inilah sebabnya mengapa pemahaman struktur iklan dan pemilihan kata yang tepat sangat penting agar anggaran tidak terbuang sia-sia.

Untuk meningkatkan performa iklan dan menghindari kesalahan mendasar, banyak bisnis kini bekerja sama dengan penyedia layanan profesional seperti jasa iklan ads yang membantu mengoptimalkan teks iklan, menyesuaikannya dengan kata kunci target, serta memastikan hasil kampanye lebih efisien dan terukur.


Kurangnya Fokus pada Headline

Headline adalah elemen pertama yang dilihat pengguna dan menentukan apakah mereka akan mengklik iklan atau tidak. Sayangnya, banyak pengiklan menulis headline yang terlalu generik atau tidak sesuai dengan niat pencarian.

Beberapa kesalahan umum pada headline antara lain:

  • Menggunakan kalimat promosi tanpa manfaat spesifik.
  • Tidak memasukkan kata kunci utama dalam teks headline.
  • Terlalu panjang sehingga terpotong di hasil pencarian.

Solusi terbaik adalah menggunakan kalimat singkat dan langsung yang menonjolkan nilai produk. Pembahasan tentang peran penting judul dapat dilihat pada headline iklan Google Ads yang menjelaskan cara menyusun judul agar CTR meningkat tanpa melanggar kebijakan Google.


Deskripsi Iklan yang Kurang Menjual

Banyak iklan gagal menarik perhatian karena deskripsi tidak mampu memperkuat headline. Deskripsi seharusnya menjelaskan nilai tambah produk, bukan sekadar mengulang informasi yang sudah ada.

Kesalahan umum yang sering dilakukan:

  • Menuliskan fitur tanpa menjelaskan manfaat.
  • Tidak menggunakan ajakan bertindak (call to action) yang jelas.
  • Mengabaikan batas karakter maksimal yang disediakan Google.

Agar lebih efektif, deskripsi sebaiknya menonjolkan solusi terhadap masalah pengguna. Contoh dan strategi penulisan deskripsi iklan Google Ads yang memaparkan format dan struktur kalimat yang terbukti meningkatkan interaksi.


Kurangnya Konsistensi antara Iklan dan Halaman Tujuan

Iklan yang berhasil tidak hanya berhenti di klik. Setelah pengguna mengklik, mereka harus diarahkan ke halaman yang sesuai dengan janji teks iklan. Kesalahan ini sering ditemukan pada kampanye yang mengarahkan pengguna ke halaman beranda, bukan ke halaman produk spesifik.

Kesalahan seperti ini menurunkan skor kualitas (Quality Score) di Google Ads, yang kemudian meningkatkan biaya per klik. Untuk menghindarinya, pastikan setiap iklan memiliki halaman tujuan yang relevan dan cepat dimuat.

Langkah-langkah memperbaiki masalah ini dapat ditemukan dalam cara menulis iklan Google Ads yang efektif yang membahas hubungan antara struktur teks dan performa landing page berdasarkan rekomendasi resmi Google.


Studi Kasus: Kampanye Iklan UMKM Jakarta Timur

Sebuah usaha kuliner di Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami penurunan performa iklan selama tiga bulan berturut-turut. Setelah dilakukan audit, ditemukan bahwa teks iklan terlalu umum dan tidak mencantumkan kata kunci lokal. Selain itu, halaman tujuannya belum dioptimalkan untuk perangkat seluler.

Setelah menggunakan layanan jasa iklan ads jakarta timur untuk memperbaiki struktur teks dan menyesuaikan target wilayah, tingkat klik meningkat 45% dalam dua minggu. Pendekatan berbasis data ini memperlihatkan pentingnya pengelolaan iklan yang sesuai dengan demografi lokal.

Layanan tersebut juga transparan dalam hal biaya. Biaya pengelolaan ditentukan berdasarkan jumlah kata kunci dan durasi kampanye, dengan laporan mingguan yang memuat data klik, impresi, dan rasio konversi. Area cakupan layanannya meliputi seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk jasa iklan ads jakarta dan jasa iklan ads kramat jati yang menyediakan pendampingan khusus bagi UMKM dan pemula yang ingin memahami performa iklannya secara real time.


Kelemahan dalam Analisis Data

Salah satu kesalahan yang jarang disadari pengiklan pemula adalah tidak melakukan analisis terhadap hasil kampanye. Tanpa pemantauan rutin, pengiklan tidak tahu mana teks yang efektif dan mana yang tidak.

Poin penting yang sering terlewat:

  • Tidak memeriksa rasio klik (CTR) secara berkala.
  • Tidak membandingkan performa antar headline dan deskripsi.
  • Mengabaikan laporan pencarian aktual (search term report).

Kelemahan dalam analisis membuat kampanye berulang kali menghabiskan anggaran tanpa hasil. Itulah sebabnya banyak bisnis mulai mempercayakan pengelolaan profesional kepada jasa iklan ads jakarta yang memberikan evaluasi performa berbasis data dan rekomendasi teks baru yang lebih efektif.


Kesimpulan

Kesalahan umum dalam membuat teks iklan di Google Ads sering kali berasal dari kurangnya riset dan pengujian. Headline yang lemah, deskripsi yang tidak relevan, serta halaman tujuan yang tidak sesuai menjadi penyebab utama kampanye tidak efektif. Dengan memahami struktur dan fungsi setiap elemen iklan, pengiklan dapat menekan biaya per klik dan meningkatkan konversi. Layanan profesional yang transparan dan terukur menjadi solusi bagi banyak pelaku usaha untuk mencapai hasil yang optimal di setiap kampanye.

Scroll to Top