Kampanye Search vs Display: Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis

Home » artikel » Kampanye Search vs Display: Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis

Setiap bisnis online tentu ingin mendapatkan hasil maksimal dari iklan digitalnya. Namun, banyak pemilik usaha masih bingung memilih antara kampanye Search dan Display di Google Ads. Keduanya sama-sama penting, tetapi memiliki fungsi dan hasil yang berbeda tergantung pada tujuan promosi, karakter audiens, serta jenis produk yang dijual.

Dalam dunia pemasaran digital, kampanye Search dikenal lebih fokus pada permintaan aktif — pengguna yang sedang mencari produk atau layanan tertentu. Sedangkan kampanye Display lebih kuat untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjangkau audiens baru yang mungkin belum berniat membeli. Karena itu, memahami perbedaan keduanya menjadi kunci untuk mengoptimalkan anggaran iklan agar tidak terbuang percuma.

Bagi bisnis yang ingin menjalankan kampanye digital dengan strategi terarah, menggunakan jasa Google Ads yang memahami perbedaan Search dan Display dapat membantu memastikan iklan berjalan efisien, terukur, dan menghasilkan konversi nyata.


Apa Itu Kampanye Search dan Display?

Kampanye Search adalah jenis iklan berbasis teks yang muncul di hasil pencarian Google ketika pengguna mengetik kata kunci tertentu. Iklan ini ideal untuk menarik calon pelanggan yang sudah memiliki niat membeli.

Sementara kampanye Display menampilkan iklan visual (gambar, banner, atau video) di berbagai situs, YouTube, dan aplikasi mitra Google. Tujuannya untuk membangun kesadaran merek dan menjangkau pengguna lebih luas.

Agar strategi ini bekerja optimal, pelaku bisnis dapat gabungan kampanye Google Ads untuk mengombinasikan keduanya dalam satu strategi terpadu.


Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Kampanye

Setiap jenis kampanye memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri tergantung pada objektif bisnis.

Kelebihan kampanye Search:

  • Menjangkau pengguna dengan niat beli tinggi.
  • Hasil konversi dapat diukur langsung.
  • Cocok untuk produk dan layanan dengan pencarian aktif.

Kelemahan kampanye Search:

  • Persaingan tinggi pada kata kunci populer.
  • Biaya per klik (CPC) bisa meningkat signifikan.
  • Kurang efektif untuk membangun kesadaran merek baru.

Kelebihan kampanye Display:

  • Efektif untuk branding dan remarketing.
  • Biaya per tayangan (CPM) relatif lebih rendah.
  • Cocok untuk memperkenalkan produk baru atau promosi jangka panjang.

Kelemahan kampanye Display:

  • Tingkat klik (CTR) lebih rendah dari Search.
  • Risiko impresi tidak relevan jika penargetan kurang tepat.
  • Membutuhkan desain visual yang menarik untuk menarik perhatian audiens.

Untuk memahami kapan dan bagaimana kedua jenis kampanye ini bisa digabung, panduan memilih jenis kampanye Google Ads yang sesuai bisnis yang membahas pemetaan strategi Search dan Display berdasarkan tahap funnel pelanggan.


Studi Kasus: Bisnis Retail Elektronik di Jakarta Timur

Sebuah toko elektronik di Jakarta Timur mencoba menggunakan kampanye Display selama dua bulan untuk meningkatkan brand awareness. Hasilnya, terjadi kenaikan 150% pada trafik website, tetapi rasio pembelian masih rendah.

Kemudian, mereka menambahkan kampanye Search untuk menargetkan kata kunci “beli TV LED murah Jakarta Timur”. Hasilnya, konversi meningkat 3 kali lipat dalam waktu satu bulan. Penggabungan dua kampanye ini menjadi strategi efektif karena Display membangun minat, sementara Search menutup penjualan.

Untuk hasil optimal di area bisnis yang padat seperti Jakarta, layanan jasa Google Ads Jakarta Timur agar kampanye Search lebih efektif dapat membantu melakukan segmentasi lokasi, pengaturan budget, serta analisis performa harian secara transparan.


Pengenalan Kampanye Performance Max di Google Ads

Selain Search dan Display, kini Google juga menawarkan kampanye Performance Max yang menggabungkan berbagai channel — termasuk Search, Display, YouTube, dan Maps — dalam satu sistem otomatis. Kampanye ini cocok bagi bisnis yang ingin hasil maksimal tanpa harus mengelola kampanye terpisah.

Namun, sebelum menggunakannya, marketer perlu memahami struktur dan batasannya, seperti kebutuhan data konversi, kreativitas visual, serta optimasi algoritma. Panduan lengkapnya bisa Anda temukan di pengenalan kampanye Performance Max di Google Ads yang membahas langkah implementasi dan potensi ROI-nya.


Transparansi Biaya dan Batas Layanan

Dalam praktiknya, biaya kampanye Search biasanya dihitung per klik (CPC), dengan rata-rata Rp1.000–Rp5.000 per klik tergantung kompetisi kata kunci. Sementara Display umumnya dihitung per tayangan (CPM), berkisar Rp20.000–Rp40.000 per 1.000 tayangan.

Penyedia profesional seperti jasa Google Ads Jakarta untuk strategi Search & Display menerapkan transparansi biaya sejak awal. Laporan performa harian, konversi, dan anggaran digunakan untuk memastikan tidak ada dana terbuang. Selain itu, mereka juga memberikan batas layanan seperti minimal budget per kampanye dan estimasi hasil yang bisa dicapai berdasarkan durasi tayang.

Jika bisnis Anda beroperasi di wilayah industri padat, layanan jasa Google Ads Pulo Gadung dengan kombinasi Search dan Display bisa menjadi solusi strategis dengan pengaturan target lokal, analitik performa real-time, serta dukungan teknis selama kampanye berjalan.


Kesimpulan

Tidak ada satu jenis kampanye yang paling efektif untuk semua bisnis. Search lebih cocok untuk target konversi langsung, sedangkan Display unggul dalam membangun awareness. Kombinasi keduanya, dengan strategi dan pengaturan anggaran yang tepat, mampu menghasilkan performa iklan yang lebih stabil dan ROI yang lebih tinggi.

Scroll to Top