Tips Menentukan Keyword Berdasarkan Volume Pencarian

Home » artikel » Tips Menentukan Keyword Berdasarkan Volume Pencarian

Bagi blogger maupun pelaku UMKM, memilih keyword yang tepat adalah langkah awal dalam strategi SEO. Namun, banyak yang masih bingung bagaimana cara menentukan keyword berdasarkan volume pencarian. Ada yang berfokus pada keyword dengan volume besar, ada pula yang lebih memilih long-tail keyword dengan volume kecil tapi lebih spesifik.

Kesalahan dalam memilih keyword bisa membuat strategi konten tidak tepat sasaran. Misalnya, hanya fokus pada keyword populer tanpa memperhatikan relevansi dan kompetisi justru membuat artikel sulit bersaing di halaman pertama Google.

Artikel ini akan membahas tips keyword berdasarkan volume pencarian yang bisa diterapkan oleh pemula maupun praktisi SEO. Untuk strategi lebih mendalam, layanan jasa SEO dengan tips memilih keyword berdasarkan volume pencarian dapat menjadi solusi profesional agar pemilihan keyword lebih akurat dan efektif.


Mengapa Volume Pencarian Penting?

Volume pencarian menggambarkan seberapa sering sebuah kata kunci dicari oleh pengguna Google setiap bulannya. Angka ini menjadi indikator awal seberapa besar potensi trafik yang bisa didapatkan dari keyword tersebut.

Namun, volume saja tidak cukup. Seperti dijelaskan dalam artikel tentang kesalahan pemula volume keyword, banyak orang terjebak mengejar angka tinggi tanpa mempertimbangkan niat pengguna dan tingkat persaingan.


Tips Keyword Berdasarkan Volume Pencarian

  1. Seimbangkan Antara Volume Tinggi dan Rendah
    Keyword dengan volume tinggi memang mendatangkan trafik besar, tapi persaingannya biasanya sangat ketat. Sebaliknya, keyword long-tail dengan volume rendah justru lebih mudah dioptimasi dan sering menghasilkan konversi lebih tinggi.
  2. Perhatikan Kompetisi
    Volume tinggi tidak berarti mudah dimenangkan. Gunakan analisis seperti analisis kompetisi berdasarkan volume keyword untuk menilai seberapa sulit keyword tersebut diraih di SERP.
  3. Sesuaikan dengan Tujuan Konten
    Untuk blog edukasi, pilih keyword dengan volume sedang tetapi relevan. Sementara bagi UMKM yang fokus pada penjualan, pilih keyword yang punya intensi transaksi meskipun volumenya lebih kecil.
  4. Gunakan Tools untuk Validasi
    Manfaatkan Google Keyword Planner, Google Search Console, dan Google Trends untuk melihat tren historis. Cara ini membantu memastikan bahwa keyword tidak hanya populer sesaat.

Studi Kasus Blogger & UMKM

Seorang blogger kuliner menargetkan keyword “resep kue lebaran” yang memiliki rata-rata 40.000 pencarian per bulan. Persaingannya cukup tinggi, sehingga butuh artikel yang sangat lengkap dan berbeda untuk bisa bersaing.

Sebaliknya, UMKM lokal di Cirebon memilih long-tail keyword “catering rumahan Cirebon” dengan volume hanya 2.000 pencarian per bulan. Hasilnya, trafik yang didapat lebih spesifik, dengan tingkat konversi hingga 15% lebih tinggi dibanding keyword generik.

Contoh ini memperlihatkan bahwa strategi pemilihan keyword tidak bisa hanya mengandalkan volume tinggi semata.


Langkah Teknis: Cara Menentukan Keyword Berdasarkan Volume

  1. Gunakan Google Keyword Planner untuk melihat estimasi rata-rata pencarian bulanan.
  2. Cek tren di Google Trends agar tahu apakah keyword tersebut naik atau turun popularitasnya.
  3. Evaluasi data di GSC (Google Search Console) untuk melihat keyword yang sudah memberi impresi pada situs Anda.
  4. Terapkan tips praktis menentukan volume keyword untuk memastikan pilihan kata kunci lebih akurat dan sesuai tujuan.

Pentingnya Optimasi Lokal

Volume pencarian juga berbeda-beda tergantung lokasi. Misalnya, keyword yang populer di kota besar bisa jadi tidak terlalu tinggi volumenya di kecamatan. Bagi UMKM di Cirebon, bekerja sama dengan jasa SEO Cirebon untuk pemilihan keyword SEO atau jasa SEO Babakan agar keyword sesuai volume pencarian akan membantu menentukan keyword yang lebih relevan dengan pasar lokal.


Referensi Otoritatif

  • Google Search Central – Keyword Planner Guide.
  • Ahrefs Blog – Search Volume dan kesalahpahaman umum dalam menilainya.
  • Backlinko – Panduan riset keyword yang efektif untuk pemula.

Catatan Transparansi

  • Penulis: Tim Editorial RoketAds
  • Sumber Data: Google Keyword Planner, Google Trends, Google Search Console, studi kasus blogger & UMKM (2024–2025).
  • Keterbatasan: Estimasi volume dari tools adalah angka rata-rata, bukan real-time. Perubahan tren atau algoritma bisa membuat hasil berbeda dari prediksi.

Kesimpulan

Menentukan keyword berdasarkan volume pencarian membutuhkan keseimbangan antara angka pencarian, relevansi, dan tingkat kompetisi. Blogger maupun UMKM perlu memahami bahwa volume tinggi tidak selalu berarti hasil terbaik, dan keyword long-tail seringkali lebih efektif untuk menarik audiens yang siap melakukan aksi.

Dengan langkah teknis yang tepat dan dukungan strategi SEO, pemilihan keyword bisa menjadi pondasi kuat untuk meningkatkan visibilitas website serta mendatangkan trafik yang lebih berkualitas.

Scroll to Top