
Dalam SEO, salah satu metrik yang kerap dipakai untuk menilai kekuatan sebuah website adalah Domain Authority (DA). Metrik ini dibuat oleh Moz untuk memperkirakan seberapa besar peluang sebuah situs tampil di hasil pencarian Google.
Bagi UMKM, memahami Domain Authority penting karena dapat membantu menilai kualitas website sendiri maupun kompetitor. Dengan mengetahui DA, bisnis bisa merencanakan strategi optimasi yang lebih terarah.
Artikel ini akan membahas tools populer untuk mengecek Domain Authority, bagaimana cara menggunakannya, hingga studi kasus penerapannya. Kami juga akan menyoroti bagaimana jasa SEO yang menggunakan tools untuk cek domain authority dapat membantu bisnis UMKM meningkatkan performa digital mereka.
Apa Itu Domain Authority?
Domain Authority (DA) adalah skor prediktif berkisar 1 hingga 100 yang menunjukkan seberapa besar peluang sebuah domain untuk menempati peringkat tinggi di mesin pencari. Semakin tinggi skor, semakin kuat reputasi domain tersebut.
Faktor utama yang memengaruhi DA meliputi:
- Jumlah dan kualitas backlink
- Relevansi konten
- Struktur internal link
- Kesehatan teknis website
Artikel backlink meningkatkan DA menjelaskan bahwa backlink berkualitas tinggi merupakan salah satu faktor dominan dalam meningkatkan Domain Authority.
Tools Domain Authority yang Populer
Beberapa tools yang sering digunakan untuk memeriksa Domain Authority antara lain:
- Moz Link Explorer
Merupakan tools resmi pengembang DA. Menyajikan skor DA, PA (Page Authority), sekaligus analisis backlink. Contoh hasil Moz: - SEMrush
Tidak hanya untuk cek DA, tapi juga lengkap dengan audit SEO, analisis keyword, dan kompetitor. - Ahrefs
Menggunakan metrik Domain Rating (DR), mirip dengan DA, untuk menilai otoritas domain berdasarkan backlink. Contoh hasil Ahrefs: - Ubersuggest
Tools milik Neil Patel yang menyediakan cek DA sederhana, sekaligus rekomendasi keyword. - Majestic SEO
Fokus pada analisis Trust Flow dan Citation Flow sebagai tolok ukur otoritas domain.
Artikel rekomendasi tools domain authority juga memberikan gambaran bagaimana berbagai tools tersebut digunakan oleh praktisi SEO.
Studi Kasus: Menggunakan Tools Domain Authority
Sebuah UMKM fashion online menggunakan Moz dan SEMrush untuk mengecek DA mereka yang masih 15. Dengan menerapkan strategi backlink building selama 6 bulan, DA naik menjadi 35.
Hasilnya, trafik organik naik 120% dan ranking untuk kata kunci utama semakin stabil. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan software untuk analisis DA SEO mampu membantu bisnis meningkatkan visibilitas di Google.
Perbandingan Kompetitor
UMKM tersebut juga membandingkan DA mereka dengan dua pesaing lokal menggunakan Moz dan Ahrefs:
| Website | Domain Authority (Moz) | Domain Rating (Ahrefs) | Catatan |
|---|---|---|---|
| UMKM Fashion A | 15 → 35 (naik 6 bulan) | 28 | DA meningkat berkat backlink |
| Kompetitor 1 | 40 | 42 | Sudah punya banyak backlink organik |
| Kompetitor 2 | 25 | 30 | Fokus pada konten evergreen |
Dari tabel ini terlihat, meskipun DA UMKM masih di bawah kompetitor 1, mereka sudah berhasil melewati kompetitor 2 setelah 6 bulan optimasi. Hal ini menunjukkan DA bisa dijadikan parameter untuk memantau progres terhadap pesaing.
Target Lokal dan Pengecekan DA
Bagi UMKM lokal, mengecek DA juga penting untuk memahami persaingan di area tertentu. Misalnya, restoran atau toko online bisa memanfaatkan jasa SEO Bojongsari agar bisnis mudah cek domain authority untuk audit lokal.
Untuk jangkauan lebih luas, jasa SEO Depok dengan tools populer cek DA dapat membantu bisnis menilai kekuatan domain kompetitor di tingkat kota.
Langkah Teknis: Checklist Cek Domain Authority
- Pilih tools yang sesuai kebutuhan (Moz, SEMrush, Ahrefs).
- Cek skor DA website Anda secara berkala.
- Bandingkan DA dengan kompetitor utama.
- Evaluasi profil backlink dan cari peluang link building.
- Gunakan hasil analisis untuk merencanakan strategi SEO.
Referensi Otoritatif
- Moz (2025): pengembang resmi Domain Authority.
- SEMrush (2025): tools all-in-one untuk audit SEO dan DA.
- Ahrefs (2025): populer dengan Domain Rating (DR) untuk menilai otoritas website.
- Search Engine Journal (2025): DA bukan faktor ranking resmi Google, tapi indikator berguna untuk strategi SEO.
Transparansi Risiko
- DA bukan metrik resmi Google, hanya indikator prediktif.
- Skor DA bisa berubah tergantung update algoritma Moz.
- Terlalu fokus pada DA bisa membuat bisnis lupa faktor penting lain seperti UX dan konten.
- Diperlukan kombinasi beberapa tools agar hasil analisis menjadi lebih akurat.
Kesimpulan
Tools domain authority SEO sangat penting untuk membantu UMKM memahami kekuatan website mereka dan menilai kompetisi. Moz, SEMrush, Ahrefs, Ubersuggest, dan Majestic adalah beberapa pilihan populer yang dapat digunakan.
Jika ingin hasil yang lebih terukur, pertimbangkan dukungan jasa SEO yang menggunakan tools untuk cek domain authority agar strategi digital Anda berbasis data dan mampu meningkatkan peringkat website secara berkelanjutan.