
Banyak pebisnis online kerap mendengar istilah Domain Authority (DA) saat membahas strategi SEO. DA biasanya dijadikan indikator untuk menilai seberapa kuat sebuah website di mata mesin pencari. DA sering digunakan sebagai indikator seberapa kuat sebuah website di mata mesin pencari. Meskipun DA bukan faktor resmi yang digunakan Google, metrik ini tetap populer di kalangan praktisi SEO karena dianggap bisa menggambarkan kekuatan sebuah domain secara keseluruhan. Pemilik usaha yang baru merintis biasanya mencari tahu skor DA untuk menilai potensi website mereka bersaing di kata kunci tertentu.
Beberapa orang menganggap DA hanya sekadar angka, tetapi kenyataannya ada korelasi nyata antara tingginya DA dengan performa ranking website di Google. Website dengan DA lebih tinggi cenderung memiliki peluang yang lebih besar untuk muncul di halaman pertama. Karena itu, memahami cara kerja DA dapat membantu pebisnis merancang strategi digital yang lebih efektif.
Artikel ini akan membahas secara mendalam dampak DA SEO terhadap ranking, perbedaan DA dengan metrik lain, hingga langkah teknis untuk mengoptimalkannya. Sebagai rujukan profesional, Anda bisa menggunakan jasa SEO yang memahami dampak domain authority pada ranking.
Apa Itu Domain Authority?
Domain Authority adalah skor yang dikembangkan oleh Moz (skala 1–100) untuk memprediksi kemungkinan sebuah domain tampil di hasil pencarian. Semakin tinggi skor DA, semakin besar peluang website bersaing di kata kunci kompetitif.
Namun perlu dicatat, DA bukan faktor ranking resmi Google, melainkan metrik pihak ketiga. Meski begitu, praktisi SEO menjadikannya acuan karena biasanya berkorelasi dengan performa organik.
Untuk membedakan DA dengan metrik lain, simak artikel perbedaan domain authority dan page authority.
Dampak Domain Authority pada Ranking Google
- Kekuatan Link Building
Website dengan DA tinggi cenderung memiliki profil backlink berkualitas. Google menilai backlink sebagai sinyal otoritas, sehingga domain dengan DA tinggi lebih mudah ranking. - Kemudahan Ranking Konten Baru
Website dengan DA 60+ biasanya lebih cepat menembus halaman 1 dibanding website dengan DA rendah. Hal ini karena Google sudah menganggap domain tersebut kredibel. - Daya Saing di Kata Kunci Kompetitif
Pada niche seperti finansial, kesehatan, atau properti, domain dengan DA tinggi hampir selalu mendominasi SERP. - Efek Terhadap Trust dan Branding
DA tinggi juga meningkatkan kepercayaan pengguna. Dalam praktiknya, CTR di SERP lebih tinggi untuk domain otoritatif.
Menurut studi Ahrefs (2023), ada korelasi positif antara skor DA dan jumlah keyword yang diranking sebuah website. Meskipun Google tidak memakai DA, domain dengan DA tinggi hampir selalu menempati posisi lebih baik.
Cara Meningkatkan Domain Authority
Meningkatkan DA bukan hal instan, tetapi ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Backlink berkualitas: Fokus pada link natural dari website relevan.
- Konten evergreen: Artikel yang bermanfaat dan panjang umur membantu memperkuat otoritas domain.
- Internal linking: Distribusi otoritas antar halaman menjaga konsistensi SEO.
- Teknik white hat SEO: Hindari manipulasi link yang berisiko penalti.
Untuk praktik terbaik, baca artikel meningkatkan domain authority alami.
Strategi Penerapan untuk Pebisnis Online
Untuk pebisnis online, meningkatkan DA sebaiknya dilakukan secara strategis. anfaatkan konten blog untuk mengedukasi audiens sekaligus memperoleh backlink secara alami. Buat landing page yang terhubung dengan blog agar otoritas bisa mengalir. Selain itu, perhatikan faktor teknis seperti kecepatan website, keamanan HTTPS, dan mobile-friendly.
Pembahasan lebih rinci ada di strategi meningkatkan domain authority SEO.
Jika Anda memiliki bisnis lokal, bisa memanfaatkan jasa SEO Bojongsari agar ranking website lebih baik dengan DA atau jasa SEO Depok untuk optimasi ranking berbasis DA.
Studi Kasus Singkat
Website A dengan DA 20 membutuhkan sekitar enam bulan untuk masuk halaman 1 Google pada keyword kompetitif, dengan tingkat keberhasilan ranking hanya 30 persen dari total artikel yang diterbitkan.
Sementara itu, Website B dengan DA 55 mampu membuat konten baru langsung masuk halaman 2, lalu naik ke halaman 1 hanya dalam satu bulan. Tingkat keberhasilan ranking konten pada website ini mencapai lebih dari 70 persen.
Data ini sejalan dengan analisis Backlinko (2022) yang menemukan website dengan backlink lebih banyak, dan biasanya DA lebih tinggi, cenderung meraih posisi ranking lebih baik.
Langkah Teknis Optimasi DA
Mulailah dengan melakukan audit backlink menggunakan Ahrefs atau Moz untuk menghapus link spam yang dapat merusak reputasi domain.
Selanjutnya, publikasikan konten berkualitas secara konsisten, misalnya 2–4 artikel setiap minggu untuk memperkuat otoritas.
Buat internal link dari artikel lama ke artikel baru agar distribusi otoritas menjadi lebih merata.
Terakhir, lakukan kolaborasi guest post di website relevan untuk mendapatkan backlink alami yang dapat meningkatkan DA secara bertahap.
Transparansi
DA adalah metrik prediksi buatan Moz, bukan algoritma resmi Google. Jadi, meskipun DA sering berkorelasi dengan ranking, peningkatan DA tidak menjamin peringkat instan di Google. Prioritaskan kualitas konten, relevansi, serta pengalaman pengguna sebagai fokus utama.
Referensi Otoritatif
- Moz – “What is Domain Authority”
- Ahrefs (2023) – Studi korelasi DA dan ranking kata kunci
- Backlinko (2022) – Analisis backlink dan ranking Google
- Google Search Central – Panduan kualitas konten dan link building
Kesimpulan
Domain Authority memang bukan metrik resmi Google, tetapi sering berkorelasi dengan ranking SEO. DA tinggi mempermudah konten baru untuk ranking, memperkuat trust, dan meningkatkan peluang bersaing di keyword kompetitif.
Untuk hasil lebih maksimal, pertimbangkan kerja sama dengan jasa SEO yang memahami dampak domain authority pada ranking.